
Pemasangan jembatan darurat ini diharapkan dapat mempermudah distribusi bantuan logistik dan peralatan yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak.
Selain kerusakan infrastruktur, bencana ini juga menyebabkan korban jiwa. Data per Kamis (5/12/2024) malam menunjukkan dua orang meninggal dunia akibat longsor dan banjir yang melanda Kecamatan Simpenan.
Korban diketahui bernama Aden Dafa dan Ade Wahyu. Selain itu, enam orang masih dinyatakan hilang. Mereka berasal dari Kecamatan Tegalbuleud (2 orang), Kecamatan Pabuaran (1 orang), Kecamatan Gegerbitung (1 orang), dan Kecamatan Simpenan (2 orang).
Dampak bencana ini juga menghancurkan rumah warga. Sebanyak 216 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. Beberapa di antaranya bahkan hancur total akibat longsoran tanah dan banjir yang datang secara tiba-tiba.
Pemerintah setempat dan BNPB terus berkoordinasi dalam penanggulangan bencana ini, sementara warga yang terdampak masih menunggu bantuan darurat untuk mengatasi kebutuhan hidup mereka pasca bencana.
Selain itu, upaya evakuasi terhadap korban yang hilang dan pencarian lokasi-lokasi yang terisolasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















