Mahasiswa UNP Kediri Gelar Aksi Bakar Ban, Protes Pembangunan Gedung Mangkrak

Mahasiswa UNP Kediri Gelar Aksi Bakar Ban, Protes Pembangunan Gedung Mangkrak

BOGORTODAY.COM – Puluhan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus mereka di Jalan Ahmad Dahlan, Mojoroto, Senin (9/12/2024).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap mangkraknya pembangunan Gedung Cakrawala Mandala yang telah terbengkalai selama enam bulan.

Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa), menarik perhatian warga sekitar karena asap hitam dari pembakaran ban membumbung tinggi di udara.

Koordinator lapangan aksi, Luki Alan Mustofa, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap lambatnya pembangunan gedung tersebut. Gedung Cakrawala Mandala, yang mulai dibangun dua tahun lalu, seharusnya rampung dan diresmikan enam bulan sebelumnya, namun hingga kini masih mangkrak.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

“Ini bentuk ketidakterimaan kami sebagai mahasiswa atas proyek gedung yang mangkrak ini. Tidak ada transparansi terkait pembangunan gedung ini,” kata Luki.

Mahasiswa juga menyuarakan tuntutan lainnya, termasuk perbaikan fasilitas umum seperti mushola dan pencairan dana organisasi mahasiswa (Ormawa) yang dinilai lamban.

“Kami menuntut agar ini menjadi perhatian. Selain gedung mangkrak, fasilitas umum di kampus ini seperti mushola juga harus diperbaiki,” tambah Luki.

Menanggapi aksi tersebut, Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi, menyatakan bahwa pihak universitas telah mengajukan penyelesaian pembangunan Gedung Cakrawala Mandala kepada yayasan yang mengelola kampus.

BACA JUGA :  Rahasia Bartender agar Minuman Tetap Dingin tanpa Cepat Encer

“Kami sudah serahkan ke pihak yayasan untuk menyelesaikan pembangunan gedung ini,” ujar Zainal.

Ia juga mengakui bahwa peningkatan jumlah mahasiswa, yang kini mencapai 7.000 orang, belum diimbangi dengan penambahan fasilitas dan pelayanan kampus, termasuk alokasi dana Ormawa.

“Kami bersama yayasan telah berjanji untuk menyetujui dan memenuhi tuntutan para mahasiswa. Perbaikan fasilitas menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

Para mahasiswa berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti agar kampus dapat memberikan pelayanan dan fasilitas yang memadai. Mereka juga meminta pihak universitas untuk lebih transparan dalam pengelolaan proyek pembangunan dan anggaran kampus.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================