
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan bahwa sekitar 44 kepala keluarga (KK) atau sekitar 152 jiwa terdampak banjir ini.
“Kami telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.
Sebagai upaya jangka pendek, BPBD telah membuat tanggul darurat menggunakan bronjong dan karung pasir untuk mencegah meluasnya banjir.
Namun, untuk mengatasi masalah banjir secara permanen, diperlukan solusi jangka panjang seperti perbaikan tanggul dan pengelolaan tata ruang yang lebih baik.
Banjir bandang di Meteseh menjadi sorotan publik. Warga mempertanyakan mengapa kejadian serupa terus berulang dan menuntut pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah banjir di wilayah mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















