
“Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian, pendampingan, dan bantuan kepada seluruh korban bencana sosial. Kami juga memastikan bahwa mereka mendapatkan hak dan perlindungan yang sepatutnya,” kata Hery.
Dirinya juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid dalam proses pemulihan bencana. Menurutnya, tanpa kerja sama yang solid, proses pemulihan tidak akan berjalan dengan baik.
“Bencana mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan gotong royong. Mari kita terus bekerja sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh, baik untuk menghadapi bencana alam maupun bencana sosial non-alam,” ujarnya.
Manajer Bank Mandiri Kantor Cabang ( KC) Kota Bogor, Siti Kuraesin Fitria, selaku perwakilan Bank Mandiri pusat yang ditunjuk Kemensos sebagai penyalur program bantuan santunan ahli waris, turut menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk membantu meringankan beban para korban bencana kebakaran.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Dani Rahadian, menyampaikan bahwa santunan bagi korban bencana kebakaran diserahkan secara langsung. Untuk bantuan kearifan lokal sebesar Rp 200 juta bagi 4 kelompok usaha, Kemensos juga menyerahkannya secara langsung.
Dani menambahkan bahwa kebakaran termasuk dalam kategori bencana sosial non-alam, yang berbeda dengan bencana alam. Oleh karena itu, pengajuan bantuan bagi korban bencana alam di Kota Bogor masih dalam proses di Kemensos.
“Mudah-mudahan terealisasi secepatnya. Perlu diketahui, bencana sosial dan kebakaran memiliki direktorat yang berbeda,” ucap Dani.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















