
BOGORTODAY.COM – Sebuah peristiwa tragis terjadi di kompleks Pelabuhan Sleko, Kabupaten Cilacap, pada Jumat (13/12/2024) pukul 15.20 WIB, saat satu unit kapal milik Basarnas meledak saat sedang dalam perbaikan di bengkel kapal.
Ledakan keras tersebut menyebabkan seorang montir tewas di tempat, sementara dua montir lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa ini bermula saat tiga pekerja sedang melakukan pemeliharaan rutin terhadap kapal jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas Cilacap. Kapal tersebut telah dijadwalkan untuk pemeliharaan sejak Senin (9/12/2024).
RIB merupakan perahu berbahan dasar karet dengan lunas aluminium alloy, yang dilengkapi kemudi dan biasa digunakan dalam operasi SAR.
Kepala Basarnas Cilacap, M Abdullah, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa insiden ini merupakan kecelakaan kerja yang terjadi selama pemeliharaan kapal.
“Basarnas Kantor SAR Cilacap melaksanakan pemeliharaan dan perawatan rutin terhadap RIB 06 Kansar Cilacap, terjadwal selama 7 hari (9-15 Desember 2024),” kata Abdullah dalam keterangan tertulisnya.
Ledakan terjadi ketika kapal sedang dalam proses unloading atau loading bahan bakar minyak (BBM), yang kemudian menyebabkan bagian belakang kapal meledak dengan sangat keras. Akibatnya, salah seorang montir yang belum diketahui identitasnya terpental ke atas dan jatuh ke bawah hingga meninggal di tempat, sedangkan dua montir lainnya mengalami luka berat.
Setelah ledakan, para pekerja di bengkel segera memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan alat bantu alkon, selang, dan nozzle jet untuk memadamkan api.
Salah seorang pegawai kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) pos Cilacap. Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 15.27 WIB dengan waktu respons 7 menit dan segera melakukan pemadaman api.
Ketiga korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis, namun satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Kepala UPT Damkar Kabupaten Cilacap, Supriyadi, menyatakan bahwa penyebab ledakan masih dalam penyelidikan kepolisian.
“Untuk identitas korban masih belum lengkap, dan penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung. Saksi-saksi juga sedang diperiksa oleh tim penyidik,” ungkap Supriyadi.
M Abdullah, Kepala Basarnas Cilacap, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas kecelakaan ini.
“Kami turut berduka cita atas kecelakaan kerja ini. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden tersebut,” ujarnya.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 100 juta. Pihak Basarnas Cilacap dan kepolisian berharap dapat segera mengungkap penyebab pasti dari ledakan yang terjadi di bengkel kapal tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















