Kebakaran Ludeskan Rumah di Jembrana, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Kebakaran Ludeskan Rumah di Jembrana, Kerugian Capai Rp 300 Juta. (Dok. Polsek Mendoyo)

BOGORTODAY.COM – Sebuah rumah milik Sayu Kade Pondri (80), warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, terbakar habis pada Minggu (15/12/2024) sekitar pukul 13.45 Wita.

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang tukang bangunan, I Ketut Suartawan, yang sedang istirahat di dekat lokasi kejadian.

Suartawan mendengar suara ledakan dan melihat kobaran api yang mulai membesar dengan cepat. Ia langsung memberitahu warga sekitar dan pemilik rumah, yang segera berusaha menyelamatkan diri.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, mengatakan bahwa api dengan cepat menyebar ke seluruh bangunan rumah.

“Dari keterangan saksi, api dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh bangunan rumah,” ungkap Artana.

BACA JUGA :  Resep Asam Padeh Tongkol Khas Padang, Kuah Asam Pedas yang Menggugah Selera

Tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana segera dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah beberapa jam bekerja keras, api akhirnya berhasil dijinakkan, namun rumah milik korban sudah ludes terbakar.

Beruntung, pemilik rumah, Sayu Kade Pondri, berhasil selamat. Saat kejadian, korban sedang tertidur dan dibangunkan oleh anaknya untuk segera menyelamatkan diri. “Korban sedang tertidur saat kejadian. Beruntung, anaknya berhasil membangunkan korban dan menyelamatkan diri,” ujar Artana.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Selain rumah, sejumlah barang berharga seperti perhiasan emas, uang tunai, dan perabotan rumah tangga turut habis terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

BACA JUGA :  Putus Akibat Banjir, Jembatan Tipar Argapura Kini Dibangun Jembatan Bailey Darurat

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Jembrana menunjukkan bahwa titik api berasal dari meteran listrik yang terletak di kamar bagian utara. Api kemudian merembet ke bagian atap rumah yang terbuat dari anyaman bambu, yang mudah terbakar.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik. Masyarakat diminta untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan segera mengganti peralatan listrik yang sudah rusak atau usang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan dan melakukan tindakan pencegahan kebakaran,” tandas Kompol I Dewa Gede Artana.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================