
Selain longsor, intensitas curah hujan yang tinggi juga menyebabkan kerusakan pada jembatan penghubung antarkecamatan di Tulungagung.
Jembatan yang menghubungkan Desa Junjung, Kecamatan Kalidawir dengan Desa Wajakkidul, Kecamatan Boyolangu, mengalami kerusakan parah pada Senin dini hari. Tiang penyangga tengah jembatan ambles dan bergeser, mengakibatkan badan jembatan patah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan disebabkan oleh meningkatnya debit air sungai akibat hujan deras.
“Di sekitar jembatan juga banyak sampah yang menumpuk, yang bisa menjadi faktor penyebab kerusakan,” kata Tri.
Patahnya konstruksi jembatan ini membuatnya tidak aman untuk dilalui kendaraan, sehingga pemerintah setempat menutup akses sementara.
Tri juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengajukan bantuan melalui anggaran BTT (Bantuan Tak Terduga) Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Kami berharap usulan ini dapat segera direalisasikan agar akses warga bisa kembali normal,” tambahnya.
Bencana tanah longsor dan kerusakan infrastruktur ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat, yang diharapkan dapat segera ditangani untuk mengembalikan kenyamanan dan kelancaran aktivitas warga Tulungagung.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















