Banjir Kembali Terjang Kabupaten Pasuruan, Belasan Desa Terendam

BOGORTODAY.COM Banjir kembali melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akibat luapan Sungai Rejoso yang menyebabkan belasan desa terendam.

Bencana banjir kali ini mempengaruhi beberapa kecamatan, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 15 hingga 100 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerugian material.

Di Kecamatan Winongan, banjir menggenangi sejumlah desa, termasuk Desa Sidepan, Lebak, Prodo, Sruwi, Winongan Kidul, Winongan Lor, dan Bandaran. Salah seorang warga, Maryati, yang tinggal di Desa Winongan Kidul, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya akibat banjir yang membawa lumpur ke dalam rumahnya.

“Semoga pemerintah segera menemukan solusi untuk mengatasi banjir langganan ini,” harap Maryati, Rabu (18/12/2024).

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Di sisi lain, Kecamatan Grati juga kembali diterjang banjir, khususnya di Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan, yang airnya mencapai ketinggian setinggi dada orang dewasa. Banjir di kedua desa ini mengakibatkan gangguan besar pada aktivitas warga dan infrastruktur setempat.

Sementara itu, di Kecamatan Rejoso, banjir yang sudah berlangsung sejak Jumat (6/12/2024) lalu kembali meningkat. Meskipun sebelumnya air sempat surut, namun ketinggian air kini kembali tinggi.

“Kalau di Rejoso sejak Jumat dua pekan lalu, naik turun airnya. Belum sepenuhnya surut,” ungkap Teguh Widodo, warga Rejoso.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Kondisi ini semakin memperburuk situasi, mengingat banjir yang terjadi merupakan kejadian berulang yang kerap terjadi setiap tahun.

Warga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan banjir ini, yang tak hanya mengancam keselamatan tetapi juga perekonomian dan kesejahteraan mereka.

Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan ini menambah panjang daftar bencana banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut, dan semakin mendesak upaya perbaikan infrastruktur serta penanganan bencana untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================