Optimalisasi Manajemen Risiko, Pemkot Bogor Gelar Pendampingan Teknis

Menurutnya, tindak pengendalian risiko benar-benar harus menjadi pemecahan dari akar permasalahan yang ada.

“Bersama-sama kita koreksi, setiap saat kita mengevaluasi diri untuk mengikuti regulasi yang ada,” kata Hanafi.

Pengendali Teknis Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, Achmad Fauzi, menyampaikan bahwa dalam pengisian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), harus dilakukan penilaian risiko.

“Setiap kita harus menilai risiko-risiko apa yang ada di depan kita yang bisa menghambat pencapaian sasaran atau indikator tersebut. Tidak sekadar menilai, tetapi juga merencanakan tindak lanjut terhadap risiko tersebut sehingga dapat diantisipasi,” ucapnya.

BACA JUGA :  Telkom University dan NUS Perkuat Kolaborasi, Siapkan Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Inspektur Pembantu (Irban) III Inspektorat Daerah (Irda) Kota Bogor, Delima Nainggolan, selaku panitia pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sangat penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kota Bogor tercapai dan memitigasi risiko yang mungkin terjadi, baik di Kota Bogor maupun perangkat daerah, dalam mencapai tujuan dan sasaran dengan baik, tanpa ada ancaman hukuman maupun pelanggaran lainnya.

BACA JUGA :  B50 Resmi Diluncurkan, Kenali Cara Kerja, Keunggulan, dan Tips Merawat Mobil Diesel

Delima berharap para pejabat di perangkat daerah mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait penilaian manajemen risiko Kota Bogor tahun 2025, yang telah ditetapkan menjadi IKU tingkat Kota Bogor dengan target di atas 3, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,045.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================