
BOGORTODAY.COM – Tragedi terjadi di ISTC Water Park Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (17/12/2024), saat seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lembursitu, berinisial HA (12), ditemukan tenggelam di kolam renang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat rombongan siswa-siswi SDN Lembursitu melaksanakan kegiatan belajar lapangan berupa praktik renang di kolam renang tersebut.
Kasubsi Pengelola Informasi Dokumentasi dan Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika HA, tanpa adanya arahan atau pengawasan dari para guru, langsung berenang di kolam renang yang memiliki kedalaman dua meter.
Beberapa menit setelah HA terjun ke kolam, salah satu siswa lainnya melihat korban tenggelam dan segera meminta bantuan kepada guru yang mendampingi.
Guru bersama pengelola ISTC Water Park segera melakukan upaya penyelamatan dan membawa HA ke Klinik Akbar Kadudampit.
Namun, kondisi korban yang kritis tidak dapat ditangani di klinik tersebut, dan HA segera dirujuk ke RS Beta Medika Cibaraja, Cisaat. Sayangnya, setelah mendapatkan perawatan, dokter menyatakan HA meninggal dunia sekitar pukul 11.30 WIB.
Pihak kepolisian dari Polsek Kadudampit segera merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, dan mengumpulkan informasi dari saksi-saksi. Tim Inafis dari Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota juga turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini kini telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Polres Sukabumi Kota untuk penyelidikan lebih mendalam.
Pihak kepolisian menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap siswa-siswi yang mengikuti kegiatan belajar lapangan, terutama saat berada di area kolam renang. Ipda Ade menyarankan agar pihak sekolah memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan para siswa selama kegiatan tersebut.
“Perlu adanya pendalaman kepada pihak sekolah (guru) yang mendampingi terkait pengawasan kepada siswa-siswi yang mendampingi murid didiknya untuk melaksanakan kegiatan belajar lapangan (praktek renang),” kata Ade.
Meskipun peristiwa ini menjadi tragedi yang mendalam bagi keluarga korban, pihak keluarga HA menerima kejadian ini dengan lapang dada.
Pihak pengelola ISTC Water Park juga memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden yang menimpa siswi tersebut.
Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya pengawasan dan persiapan yang matang dalam setiap kegiatan belajar lapangan, terutama yang melibatkan risiko tinggi seperti berenang di kolam renang.
Pemerintah, sekolah, serta pengelola tempat wisata harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan dan keamanan para peserta didik selama kegiatan tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















