
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua orang tamu mengalami luka ringan. Salah satunya adalah seorang ibu-ibu dan seorang anak kecil yang terluka akibat kebakaran tersebut.
“Yang meledak gas, gas bukan satu yang di dalam, jadi merembet ke semuanya. Tadi ada sudah beberapa yang meledak gasnya. Jumlah yang terbakar ada tiga warung. Korban jiwa enggak ada, yang luka tadi ada tamu dua orang, satu anak kecil satu ibu-ibu, luka ringan,” pungkas Rohman.
Petugas pemadam kebakaran dari Subang, yang terdiri dari tiga unit mobil pemadam, segera dikerahkan untuk memadamkan api.
Menurut Kasi Ops Pemadaman dan Keselamatan Damkar Subang, Doni, pemadaman berlangsung sekitar 20 menit.
“Kami menerima panggilan kebakaran pada pukul 17.39 WIB, dan langsung mengerahkan dua unit dari Subang dan satu unit dari pos Jalancagak. Api berhasil dikuasai dalam waktu 20 menit,” ujarnya.
Doni juga menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut, meskipun diduga kebakaran berasal dari kebocoran tabung gas yang merembet ke seluruh bangunan kayu.
Kebakaran yang melanda tiga rumah makan di kawasan wisata kebun teh Ciater ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya pengawasan terhadap peralatan gas dan bangunan yang rentan terhadap kebakaran.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar, dan para pemilik warung kini harus memikirkan cara untuk membangun kembali usaha mereka yang hancur. Pemerintah setempat diharapkan dapat memberikan bantuan dan dukungan bagi para korban agar bisa segera pulih dan melanjutkan kegiatan usaha mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















