
Basuni juga menyebutkan bahwa ibu kantin merasa dagangannya sepi akibat kehadiran pedagang lain dan akhirnya mengambil tindakan yang tidak pantas terhadap siswa.
“Tindakan seperti itu membuat siswa merasa tidak nyaman. Bahkan siswa yang membeli makanan di luar juga mendapat ancaman,” tambahnya.
Setelah video tersebut viral, Polsek Losari langsung melakukan mediasi yang melibatkan camat, kepala desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes, serta Kemenag Brebes. Namun, ibu kantin yang bersangkutan tidak hadir dalam mediasi tersebut.
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan mengingatkan agar semua pihak menjaga sikap dan perilaku yang baik, terutama terhadap siswa yang tengah menjalankan program pembelajaran kewirausahaan.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga suasana yang kondusif dalam mendukung perkembangan program pendidikan di sekolah.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














