
“Kami menyambut positif Festival Komunitas Isi Piringku yang bertujuan memperkuat jaringan dan kerja sama. Semoga dapat menginspirasi lebih banyak komunitas kader kesehatan dan masyarakat untuk terlibat dalam edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh,” ujar Windhy.
Windhy juga menambahkan bahwa festival ini termasuk upaya membangun dan memperkuat kolaborasi para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengembangan dan implementasi program pemerintah.
Ia berharap para kader kesehatan, kader PKK, dan instansi lainnya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode perkembangan anak.
Sebagaimana diketahui, stunting disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi sejak dalam kandungan dan biasanya terlihat setelah anak berusia dua tahun. Asupan yang tidak sesuai gizi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan otak dan fisik anak.
Pemkot Bogor tegas menangani stunting melalui beberapa program dan inovasi andalan.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Bogor mengalami penurunan dari 18,7 persen menjadi 18,2 persen.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















