
“Jelang Nataru kita harus menaruh perhatian terhadap tempat-tempat wisata dan memastikan semua daya tarik wisata benar-benar memperhatikan keamanan agar dapat memberikan rasa aman dan menyenangkan bagi wisatawan.
Untuk itu kami memantau banyak hal pertama flow-nya, kebersihannya juga sisi kesiapan keamanan dan mitigasi yang disediakan pihak pengelola wisata kalau tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan, meskipun kita berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelas Wamenpa Ni Luh Puspa.
Ia juga memastikan dari segi pelayanan kesehatan seperti kliniknya, ruang P3K-nya, ambulance dan Rumah Sakit terdekat yang sudah dikerjasamakan. Ia berkewajiban memastikan masyarakat atau wisatawan merasa senang dan mendapatkan pengalaman baik ketika berwisata di daya tarik wisata terbuka.
“Sejauh ini sebelumnya kami sudah pantau wisata di Bali, Banyuwangi, Jakarta di Ancol dan hari ini di Taman Safari. Semua relatif sudah ready menyambut wisatawan dari sisi destinasi maupun mitigasi ketika terjadi krisis, bahkan kami di kementerian juga kami menyiapkan mitigasi krisis kami yang dikomandoi staf ahli menteri manajemen krisis ketika terjadi sesuatu bergerak koordinasi dengan lintas sektoral BNPB, Polri, TNI bersama-sama menjaga agar pergerakan wisata di akhir tahun berjalan dengan baik,” tandasnya.
Hadir di kegiatan peninjauan yakni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor beserta jajaran, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Kabid Aptika Diskominfo, dan Pengelola Taman Safari Bogor. ( * / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















