
Namun, para peneliti menekankan bahwa faktor-faktor tersebut tidak langsung menyebabkan demensia, melainkan menunjukkan hubungan antara gaya hidup dan kesehatan otak.
Temuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko.
Pencegahan Melalui Gaya Hidup Sehat
Peneliti menyarankan agar orang lanjut usia yang berusaha mempertahankan fungsi kognitif tetap tinggi melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Aktivitas fisik yang teratur, bekerja lebih lama, menekuni hobi, serta terus belajar dan beraktivitas mental setelah pensiun dapat membantu menjaga kesehatan otak.
Selain itu, menjaga kesehatan fisik yang baik juga berperan penting dalam mengurangi risiko terkena demensia.
Faktor Risiko Lainnya
Selain itu, temuan sebelumnya juga menunjukkan bahwa setengah dari kasus Alzheimer bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sejak masa kanak-kanak.
Faktor risiko seperti kolesterol tinggi dan masalah penglihatan kini diakui sebagai penyebab signifikan, dengan keduanya berkontribusi pada hampir 10% kasus demensia global.
Para ahli menambahkan bahwa meskipun faktor genetik dan penuaan tidak dapat dihindari, faktor lain seperti merokok, kurang olahraga, konsumsi alkohol berlebihan, isolasi sosial, dan polusi udara berkontribusi pada 40% kasus demensia.
Oleh karena itu, dengan perubahan gaya hidup yang tepat, banyak faktor risiko ini dapat diminimalkan.
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga gaya hidup sehat untuk melindungi kesehatan otak dan mengurangi kemungkinan terkena demensia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















