Iran Pertimbangkan Pencabutan Larangan WhatsApp dan Google Play Sebagai Langkah Pengurangan Pembatasan Internet

Amini, seorang wanita muda asal Kurdi Iran, meninggal dunia setelah ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar aturan berpakaian untuk wanita di negara itu.

Protes yang dipicu oleh insiden tersebut berujung pada kerusuhan di seluruh negeri, dengan ratusan orang, termasuk personel keamanan, tewas dalam bentrokan tersebut. Ribuan demonstran juga ditangkap oleh aparat keamanan.

Keputusan pencabutan larangan ini menghadapi kritik dari beberapa anggota parlemen Iran. Sebanyak 136 anggota parlemen Iran mengirim surat kepada Dewan Tertinggi yang bertanggung jawab atas kebijakan internet, dengan memperingatkan bahwa langkah ini bisa menjadi “hadiah bagi musuh Iran”.

BACA JUGA :  Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

Mereka menyerukan agar pembatasan akses hanya dicabut jika platform daring yang dibuka bersedia mematuhi nilai-nilai masyarakat Islam dan hukum Iran.

Meskipun demikian, pembatasan internet di Iran telah lama menjadi kontroversi. Banyak warga Iran menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengakses situs yang diblokir, seperti Facebook, X (sebelumnya Twitter), dan YouTube, yang tetap tidak dapat diakses di negara itu setelah diblokir pada 2009.

BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

Keputusan ini juga menunjukkan upaya pemerintah untuk menanggapi protes yang semakin meningkat terkait pembatasan kebebasan di dunia maya, meskipun jalan ke depan tetap penuh tantangan dengan ketegangan antara kebebasan digital dan kontrol pemerintah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================