
BOGORTODAY.COM – Bencana longsor kembali melanda wilayah Trenggalek akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Selasa sore, 24 Desember 2024. Sebanyak 10 titik longsor tercatat, dengan sembilan di antaranya menimpa rumah warga.
Desa Joho, Kecamatan Pule, serta Desa Barang dan Tangkil, Kecamatan Panggul, menjadi daerah yang paling terdampak.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi di wilayah barat Trenggalek menyebabkan struktur tanah menjadi labil, sehingga memicu terjadinya longsor di beberapa lokasi.
“Kondisi ini mengakibatkan tanah yang sebelumnya sudah rawan longsor menjadi bergerak dan menimpa rumah-rumah warga,” kata Triadi, Rabu (25/12/2024).
Desa Joho di Kecamatan Pule tercatat sebagai daerah dengan titik longsor terbanyak, dengan tujuh unit rumah warga tertimpa material longsor.
Longsor ini umumnya berasal dari tebing yang berada di sekitar rumah warga, mengingat banyak rumah di daerah pegunungan yang berdiri dekat dengan tebing dan lereng.
Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Rumah-rumah yang tertimpa longsoran material tanah banyak mengalami kerusakan pada bagian dinding, dengan banyak dinding yang jebol akibat hantaman material longsor.
Selain Desa Joho, longsor juga terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Panggul, dengan dua titik longsor yang menimpa rumah warga. Di salah satu titik, tebing setinggi belasan meter ambrol dan menimpa rumah milik Tuji, menyebabkan dinding rumah jebol.
Sementara itu, titik longsor lainnya menutup akses jalan karena tebing setinggi tujuh meter dan lebar lima meter bergerak menutup jalan tersebut.
Sementara itu, di Desa Barang, longsor terjadi di tebing setinggi 17 meter dan panjang 15 meter yang menimpa rumah milik Pak Sumaji. Dampak longsor ini sangat signifikan, dengan bagian dapur dan dua kamar tidur rusak parah setelah dihantam material longsor.
Meskipun banyak rumah yang tertimpa longsor, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Semua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum material longsor menghantam rumah mereka. Saat ini, warga bersama dengan pihak terkait tengah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor yang masih menumpuk di beberapa titik.
Stefanus Triadi Atmono mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati, mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi di Trenggalek dalam dua hari terakhir.
“Waspadai, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dekat tebing dan lereng,” imbuhnya.
Pihak BPBD Trenggalek dan relawan setempat terus bekerja keras untuk melakukan pembersihan dan meminimalisir dampak lebih lanjut dari bencana ini.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah setempat akan terus memantau kondisi cuaca dan memberikan peringatan dini kepada warga yang berada di kawasan rawan longsor.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















