
BOGORTODAY.COM – Pada 29 Desember 2024, kecelakaan tragis menimpa pesawat milik Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut dipastikan jatuh, dan dari 183 orang yang berada di dalamnya, 181 orang dipastikan tewas. Dua orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi kritis.
Kecelakaan terjadi pada pagi hari waktu setempat, di Bandara Internasional Muan yang terletak di barat daya Korea Selatan.
Menurut otoritas pemadam kebakaran dan beberapa media utama yang mengutip laporan resmi, pesawat jatuh saat mencoba mendarat, menyebabkan kerusakan parah pada pesawat dan kebakaran besar di lokasi kecelakaan.
Sebagian besar korban berasal dari daerah Muan, Gwangju, dan Provinsi Jeolla Selatan yang lebih luas, dan telah ditemukan di lokasi kecelakaan dalam keadaan mengenaskan. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk mengevakuasi para korban, namun sayangnya tidak banyak yang selamat.
Menurut CEO Jeju Air, Kim Yi-bae, pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau masalah teknis sebelum kejadian.
Dalam konferensi pers yang digelar di Bandara Muan, Kim mengungkapkan bahwa pesawat dalam kondisi normal hingga kejadian tersebut terjadi.
“Pesawat yang jatuh tidak memiliki riwayat kecelakaan sebelumnya, dan kami belum dapat memastikan penyebab kecelakaan ini. Kami harus menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari badan pemerintah terkait,” kata Kim Yi-bae.
Dia juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
Kim menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban yang kebanyakan berasal dari daerah sekitar Muan, Gwangju, dan Provinsi Jeolla Selatan.
Saat ini, penyelidikan resmi oleh otoritas Korea Selatan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari kecelakaan ini.
Banyak pihak yang masih menunggu hasil otoritas penerbangan Korea Selatan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pesawat jatuh.
Sebagai langkah awal, seluruh penerbangan Jeju Air telah dihentikan sementara untuk memberikan perhatian penuh pada penanganan kecelakaan ini dan dukungan bagi keluarga korban.
Kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan ini merupakan salah satu tragedi terburuk dalam sejarah penerbangan Korea Selatan.
Dengan 181 orang dipastikan tewas, hanya dua orang yang berhasil diselamatkan, tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh bangsa Korea Selatan.
Sementara penyelidikan untuk menemukan penyebab kecelakaan terus berlangsung, pihak berwenang berjanji akan mengungkapkan hasilnya dengan transparansi penuh dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh keluarga korban.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















