PEMKOT BOGOR LEBIH RELIGIUS DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

KEPALA Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyatakan tidak ada pesta kembang api di malam pergantian waktu tahun baru,  baik di Tugu Kujang maupun taman yang ada.

Bukan pesta kembang api, namun Pemkot Bogor hanya akan menggelar doa bersama lintas agama di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, saat malam pergantian waktu tahun baru masehi.

Baru tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut pergantian waktu malam tahun baru masehi tanpa pesta kembang api, petasan dan panggung hiburan. Menurut penulis hal ini sangat keren, karena adanya perubahan sikap dari Pemkot dalam menyingkapi perayaan tahun baru masehi.

Ya Pemkot Bogor lebih bijaksana, religius dan peka terhadap kondisi negara dan masyarakat Indonesia yang masih banyak masalah serta dalam keadaan tidak baik-baik saja. Lebih jauh lagi dengan tidak adanya pesta kembang api, petasan dan panggung hiburan menyambut pergantian tahun baru masehi, berarti menghemat jutaan anggaran Pemkot Bogor.

BACA JUGA :  Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal

Dan ini sesuai dengan Syariat Islam dalam memaknai pentingnya sebuah waktu. Waktu merupakan anugerah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Dalam Islam, memanfaatkan waktu merupakan tanggung jawab yang penting untuk dilakukan.

Setiap waktu yang sudah terlewat, meski itu tiap detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun tidak akan kembali sehingga perlu digunakan seefisien dan sebaik mungkin bro.

Begitu saking pentinya waktu, Allah  SWT bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik.

Allah bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa-Nya. Allah bersumpah dengan shalat asar karena keutamaanya atas shalat-shalat yang lain.

BACA JUGA :  Tidur di Kamar Dingin Setiap Malam, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda

Dengan perubahan sikap ini, maka kita terutama di Kota Bogor, juga di beberapa daerah yang lain terhindar dari melakukan kegiatan yang sia-sia dalam hidup ini.

Seperti tersirat dalam Firman Allah berikut ini yang artinya: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-3).

Baiklah mulai sekarang kita semua harus memperhatikan waktu, karena waktu itu adalah sumber daya yang tidak bisa diulang, dipercepat dan diperlambat, maka waktu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara. Jayalah Indonesiaku.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================