
Garis ini ditetapkan oleh pemerintah kolonial Inggris pada abad ke-19, membelah wilayah yang kini menjadi Afghanistan dan Pakistan. Sebagian besar rakyat Afghanistan tidak mengakui perbatasan ini, yang menjadi sumber ketegangan sepanjang sejarah kedua negara.
Enayatullah Khowarazmi, juru bicara kementerian pertahanan Taliban, menjelaskan bahwa garis hipotesis tersebut bukanlah wilayah Pakistan.
Penegasan ini menunjukkan sikap Taliban yang menolak pengakuan terhadap perbatasan yang ditetapkan oleh Inggris dan tetap mempertahankan klaim atas wilayah yang mereka anggap sah milik Afghanistan.
Serangan dan ketegangan antara kedua negara ini semakin memperburuk hubungan yang sudah tegang setelah Taliban menguasai Afghanistan pada tahun 2021. Pasukan Pakistan dan Taliban telah terlibat dalam sejumlah pertempuran di sepanjang perbatasan, terutama di daerah-daerah yang dikenal sebagai tempat persembunyian bagi kelompok ekstremis dan pemberontak.
Dengan eskalasi yang semakin meningkat, banyak pihak yang khawatir akan potensi dampak buruk bagi stabilitas kawasan tersebut.
Dengan pertempuran yang semakin intensif dan potensi serangan balasan dari Pakistan, situasi di perbatasan Afghanistan-Pakistan diperkirakan akan terus tegang, mempengaruhi keamanan dan stabilitas regional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















