
Akhirnya, warga setempat, Chylson Junino Seubelan dan Maric Yerimia Seubelan, melanjutkan pencarian ke lokasi persawahan.
Setibanya di sana, Chylson menemukan Yefta dan Elgi sudah dalam keadaan terkapar di area persawahan yang dipenuhi air. Segera setelah itu, kejadian tersebut dilaporkan kepada warga sekitar, yang kemudian bersama keluarga mengevakuasi kedua korban ke rumah duka masing-masing.
Kapolres Wirata menambahkan bahwa pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak diautopsi,” katanya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang ditimbulkan oleh petir, terutama di musim hujan, dan pentingnya kewaspadaan saat berada di luar ruangan pada kondisi cuaca buruk.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















