
Meski demikian, pemerintah daerah berencana untuk segera melakukan penanganan pada jalan yang rusak pada tahun 2025.
“Tahun ini, pemerintah melalui dinas terkait akan melakukan perbaikan jalan, karena jalan ini sangat penting sebagai akses utama lalu lintas masyarakat. Relokasi memang terbatas, jadi fokus kita adalah memperbaiki jalan yang rusak,” jelas Febby.
Sementara itu, seorang warga, Eti, menjelaskan bahwa jalan ambles tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi pada malam hari.
“Akibat hujan dengan intensitas tinggi sepanjang malam, jalan di kampung kami ambles,” ujar Eti. Ia memperkirakan jalan yang ambles sepanjang 45 meter dengan kedalaman 1,2 meter.
Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Desa Cilangkap untuk menuju Kota Rangkasbitung. Akibat kejadian ini, tiga rumah warga, termasuk rumah Eti, mengalami kerusakan pada bagian tembok.
“Iya, rumah saya dan beberapa rumah warga lainnya mengalami keretakan pada tembok, termasuk tembok depan rumah saya akibat jalan ambles ini,” katanya.
Peristiwa ini semakin mempertegas pentingnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur di daerah rawan pergerakan tanah. Pemerintah daerah diharapkan segera merespons situasi ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan melindungi keselamatan warga.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














