BOGORTODAY.COM – Sebuah pohon asam setinggi 60 meter tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (2/1/2025).
Peristiwa ini terjadi di Dusun Laeran, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, dan sempat mengganggu aktivitas warga sekitar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Candra Ramadhani Amin, menjelaskan bahwa pohon asam tersebut tumbang setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Akibatnya, pohon yang besar tersebut roboh dan menutup akses jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
“Pertama kami mendapatkan informasi kejadian ini dari warga setempat,” ujar Candra pada Jumat (3/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas karena akses jalan tertutup oleh pohon tumbang.
Proses evakuasi bangkai pohon memerlukan waktu lebih dari satu jam karena pohon yang besar harus dipotong terlebih dahulu sebelum bisa dibersihkan dari jalan.
“Memang sempat menutupi akses jalan meskipun hanya satu pohon yang tumbang,” tambah Candra.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Namun, kejadian ini sempat mengganggu aktivitas warga setempat. Tim BPBD, dibantu oleh warga dan petugas PLN, segera melakukan pembersihan kayu-kayu yang tumbang dari jalan untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas.
“Cukup besar pohon asam tersebut, tapi alhamdulillah semua kayu-kayu sudah dibersihkan dari jalan,” ungkap Candra.
Meski cuaca di Kabupaten Sampang saat ini sudah berangsur normal, Candra mengimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hingga saat ini, sebagian wilayah Sampang masih sering dilanda hujan dengan intensitas ringan dan cuaca mendung.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada, terutama bagi mereka yang bermukim di bantaran sungai. Tapi mudah-mudahan tidak ada bencana di tahun 2025 ini,” tambahnya.
Pihak BPBD Sampang terus memantau kondisi cuaca dan berupaya untuk segera menangani potensi bencana yang bisa terjadi di wilayah tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















