Viktor Axelsen: Kekuatan yang Harus Diperhitungkan di Usia 31 Tahun

Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen. (PBSI)

BOGORTODAY.COM – Motivasi dan rasa lapar yang tak kenal lelah dari Viktor Axelsen telah dipuji sebagai kekuatan pendorong di balik karir bulu tangkis yang luar biasa dari pemain Denmark, kata mantan pelatihnya, Kenneth Jonassen.

Viktor Axelsen, yang hari ini genap berusia 31 tahun, merupakan pesaing yang tangguh meski usianya sudah lanjut, dan Jonassen yakin bahwa juara Olimpiade dua kali ini bisa terus mengembangkan prestasinya.

“Axelsen istimewa dalam hal motivasi dan semangat. Kualitas-kualitas ini telah mendorongnya untuk meraih lebih banyak prestasi dalam kariernya,” kata Jonassen, pelatih tunggal nasional yang baru ditunjuk di Academy Badminton Malaysia di Bukit Kiara hari ini.

“Jika ia mempertahankan karakteristik kuat ini, ia akan tetap menjadi ancaman bagi semua orang, termasuk pemain Malaysia, di tahun-tahun mendatang.”

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

“Dia telah berusia 31 tahun, dan menjaga kekuatan fisiknya akan sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera.”

Pemain nomor 4 dunia itu juga bersikap strategis dalam mengatur jadwalnya, melewatkan sejumlah pertandingan untuk menjaga performanya.

Viktor Axelsen baru-baru ini didenda US$5.000 (RM22.500) atau berkisar 80 juta rupiah oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) karena mengundurkan diri dari World Tour Finals (WTF) bulan lalu karena cedera kaki.

Kenneth Jonassen mendukung keputusan tersebut.

“Itu adalah pilihan yang baik baginya untuk tidak bermain di WTF karena dia belum 100 persen siap.”

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Jika Axelsen fit, dia adalah pesaing kuat di turnamen mana pun. Saya yakin dia akan memberikan tantangan kuat di Malaysia Open.”

Viktor Axelsen mengincar gelar ketiga di Malaysia Open setelah kemenangannya pada tahun 2022 dan 2023.

Tahun ini, ia akan bertanding melawan pemain nomor 12 dunia asal India, Lakshya Sen. Jalannya menuju kejayaan sama sekali tidak mudah, dengan potensi bentrokan melawan pemain nomor 7 dunia asal Tiongkok, Li Shi Feng di perempat final dan unggulan teratas Shi Yu Qi di semifinal.

Pada edisi tahun lalu, Viktor Axelsen kalah melawan Yu Qi di babak semifinal.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================