Pasar Anyar Bogor Saksi Kenaikan Tajam Harga Bahan Pokok, Cabai hingga Minyak Goreng Naik Signifikan

Pasar Anyar Bogor Saksi Kenaikan Tajam Harga Bahan Pokok, Cabai hingga Minyak Goreng Naik Signifikan

BOGORTODAY.COM Pasar Anyar, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bogor, menjadi saksi nyata kenaikan harga berbagai komoditas, mulai dari cabai hingga minyak goreng.

Salah satu lonjakan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang kini mencapai Rp. 100 ribu per kilogram, meningkat tajam dari sebelumnya Rp. 60 ribu.

Siti (38), seorang pedagang bahan pokok di Pasar Anyar, menyampaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai 50 persen dibandingkan harga akhir tahun 2024.

“Kenaikan ini sangat memberatkan. Cabai rawit merah saja dari Rp. 40 ribu jadi Rp. 70 ribu, sedangkan cabai merah keriting dari Rp. 30 ribu melonjak jadi Rp. 60 ribu,” ungkap Siti.

Selain cabai, bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan serupa. Harga bawang merah melonjak dari Rp. 25 ribu menjadi Rp. 40 ribu, sementara bawang putih naik dari Rp. 30 ribu menjadi Rp. 40 ribu.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Tak hanya itu, harga bahan pokok lain seperti kentang, kol, gula, dan minyak goreng juga menunjukkan kenaikan sebesar lima ribu hingga Rp. 10 ribu per kilogram.

Kenaikan harga bahan pokok ini dirasakan langsung oleh konsumen, terutama kalangan menengah ke bawah.

Aswati (51), salah seorang pembeli di Pasar Anyar, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ini. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk meringankan beban masyarakat.

“Semoga ada kebijakan yang berpihak kepada kami. Subsidi untuk pedagang kecil atau masyarakat menengah ke bawah sangat diperlukan agar harga bisa lebih stabil,” ujar Aswati.

BACA JUGA :  SPMB 2026 Kabupaten Bogor Resmi Dibuka, Simak Jadwal Lengkapnya

Meski lonjakan harga ini terjadi setiap awal tahun, sejumlah pedagang dan pembeli menduga bahwa faktor distribusi dan stok menjadi penyebab utamanya.

Libur panjang akhir tahun sering kali memperlambat distribusi barang, sementara permintaan tetap tinggi. Namun, tak sedikit yang meminta pemerintah untuk mengambil langkah proaktif, baik melalui subsidi maupun regulasi harga, agar kenaikan ini tidak berlarut-larut.

Bagi pedagang seperti Siti, tingginya harga bahan pokok tidak hanya menurunkan daya beli konsumen, tetapi juga berdampak pada omset penjualan mereka.

“Kalau terus begini, kami pedagang kecil juga bisa kewalahan,” tambahnya.***

 

Sumber : timetoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================