Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak-Anak: Indonesia Gabung dengan Negara Lain

Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak-Anak: Indonesia Gabung dengan Negara Lain

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia pada Senin (6/1/2025) resmi meluncurkan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak di beberapa wilayah.

Program ini menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan akses makanan bergizi yang terjangkau bagi seluruh anak-anak di Indonesia.

Program MBG ini bertujuan untuk mendukung kesejahteraan anak-anak, terutama dalam memberikan gizi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Dedek Prayudi, menjelaskan bahwa program MBG tidak memiliki standar menu yang tetap. Sebagai gantinya, yang diperhatikan adalah pemenuhan standar gizi, higienitas, serta tata kelola limbah yang berkelanjutan.

Dedek menambahkan bahwa menu protein yang diberikan dapat bervariasi, contohnya, hari ini bisa menggunakan tahu atau dada ayam, dan besok bisa diganti dengan susu atau ayam bagian lain.

“Protein susu bisa digantikan yang lain. Hari ini saya lihat ada tahu, dan juga ada dada ayam, itulah pemenuhan gizi untuk proteinnya yang bisa saja besok berganti susu, misalnya ayamnya besok enggak dada, cuma sayap, ada susu,” ujar Dedek saat meninjau pelaksanaan program MBG di Jakarta Barat.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang meluncurkan program makan gratis atau subsidian makan bergizi untuk anak-anak. Beberapa negara telah lebih dahulu mengimplementasikan program serupa untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak mereka, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 80 Persen, Jaecoo J5 Pimpin Pasar

Berikut adalah beberapa negara yang sudah memiliki program makan bergizi gratis untuk anak-anak:

  1. Spanyol

Spanyol telah memiliki program makan gratis bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan dan penyandang difabel. Negara ini mengalokasikan anggaran sekitar €502 juta (Rp8,5 triliun) untuk program makan sekolah gratis bagi anak-anak miskin.

  1. Portugal

Portugal memberikan makan gratis untuk anak-anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah atau penyandang difabel. Selama masa liburan sekolah, pemerintah Portugal tetap menyediakan makanan gratis untuk anak-anak, dengan dana tahunan mencapai €5,9 juta (sekitar Rp100 miliar).

  1. Prancis

Prancis memiliki program subsidi makan siang gratis di sekitar 50 kota dari 35.000 kota yang ada di negara itu. Program ini terutama ditujukan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, dengan anggaran tahunan mencapai €1,5 miliar (sekitar Rp25 triliun).

  1. Singapura

Singapura memberikan program makan gratis bagi anak-anak dari rumah tangga dengan penghasilan di bawah $1.900 (sekitar Rp22 juta) per bulan. Namun, program ini terbatas hanya untuk pelajar dari sekolah yang dikelola oleh Kementerian Kesejahteraan Keluarga dan Sosial Singapura.

  1. Malaysia
BACA JUGA :  Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

Malaysia juga memiliki program makan gratis untuk anak-anak, dengan sekitar 4.000 siswa dari 100 sekolah yang mendapat manfaat. Program ini sudah berlangsung sejak 1979 dan pada 2019, Malaysia mulai memberikan makan siang gratis untuk pelajar dari keluarga miskin.

Anggaran untuk tahap pertama program ini mencapai RM22 juta (sekitar Rp72 miliar), dan saat ini pemerintah telah mengalokasikan dana hingga RM289 juta (sekitar Rp949 miliar).

Dampak Positif Program MBG

Dengan adanya program makan bergizi gratis ini, diharapkan dapat membantu mengurangi masalah gizi buruk di kalangan anak-anak, serta memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk berkembang secara fisik dan mental.

Keberhasilan program ini di negara-negara lain menjadi contoh baik bagi Indonesia dalam memastikan kesejahteraan anak-anak, terutama dari kalangan yang kurang mampu, agar mendapatkan gizi yang cukup dan bergizi setiap hari.

Seiring dengan dimulainya uji coba program ini di Indonesia, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi anak-anak di Indonesia, sekaligus menjadi langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================