
“Kami khawatir jika tidak ada jembatan, ancaman maut bisa datang kapan saja, terutama saat debit air tinggi saat siswa melintas untuk pergi atau pulang dari sekolah,” ujarnya.
Selain itu, Ade juga berharap ada perhatian serius dari pemerintah terkait perbaikan jembatan yang rusak.
“Mudah-mudahan ada perbaikan jembatan secepatnya karena ada 3 jembatan di wilayah ini yang rusak terbawa banjir. Jembatan tersebut sangat penting bagi akses masyarakat, termasuk untuk 6 RT yang mengandalkan jembatan ini untuk pergi ke sekolah,” ungkap Ade.
Terkait dengan bantuan program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo, Ade mengatakan bahwa sekolahnya sudah didata pada bulan September 2024 oleh pihak Koramil untuk mendapatkan bantuan tersebut. Namun, hingga saat ini, bantuan tersebut belum diterima.
“Mungkin program Makan Bergizi Gratis ini akan diberikan secara bertahap. Namun, yang paling mendesak saat ini adalah perbaikan akses para siswa menuju sekolah,” tandasnya.
Keadaan ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur yang aman bagi kelangsungan pendidikan anak-anak di daerah pedesaan, serta urgensi perbaikan segera terhadap jembatan yang vital bagi mereka.
Semoga perhatian pemerintah dapat segera tercurah untuk memperbaiki jembatan yang rusak, demi keselamatan dan kelancaran akses pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Surade dan sekitarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















