
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komite SMAN 2 Cileungsi, Astar Lambaga, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil usulan dari pihak sekolah berdasarkan kebutuhan dan masukan dari orang tua siswa.
“Program yang dijalankan oleh komite merupakan usulan dari sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi orang tua siswa serta anak didik. Selain itu, program tersebut tidak dapat dibiayai melalui dana BOS maupun BOPD,” jelas Astar.
Meski demikian, sejumlah orang tua siswa mengaku sudah terlanjur kecewa dan meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk turun tangan dan mengevaluasi kebijakan pengelola sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan belum memberikan tanggapan terkait polemik ini. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















