Jalani Kepengurusan Caretaker, Kadin Kota Bogor Pilih Ketua Baru di Tengah Dinamika Organisasi

BOGORTODAY.COM – Caretaker Kadin Kota Bogor menggelar Musyawarah Kota (Mukota) KADIN ke-VIII, pada Senin (13/1/2025) siang di Hotel Pangrango, Kota Bogor. Mukota VIII KADIN Kota Bogor hingga berakhirnya pendaftaran ada tiga kandidat yang mencalonkan diri, yaitu H.Najamudin, Rizky Argoebie dan Maryati Donna Hasanah.

Hingga akhirnya, Mukota VIII Kadin Kota Bogor menjadikan Maryati Donna Hasanah sebagai Ketua Kadin Kota Bogor.

Ketua Caretaker Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal Sutisna mengatakan Muskot hari ini merupakan bagian dari struktur organisasi Kadin Jawa Barat dan Kota Bogor. Muskot ini dihadiri oleh Pj Wali Kota yang diwakili oleh Kabag Adbang Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi, perwakilan dari Kodim 0606/Kota Bogor dan Denpom III/1Bogor.

“Dengan 150 peserta, kami bisa menjalankan Muskot ini dengan lancar. Kenapa ada pengurus dari Kota Bogor, ini biasa terjadi dalam organisasi dan kebetulan di Kadin Indonesia ada dinamika, jadi tentu kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan Muskot kepada Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie,” ujarnya.

Agung menjelaskan bahwa Kadin Indonesia menggelar Munaslub saat itu, karena Munaslub muncul karena adanya keinginan dari berbagai pengurus provinsi dan ALB Kadin se-Indonesia. Dari sinilah lahir Ketua Umum Kadin Anindya Bakri. Anindya Bakri saat itu juga melakukan pembenahan organisasi, termasuk Kadin Jawa Barat, dengan menerapkan care taker.

“Karena dinamika Kadin Indonesia saat itu, saya juga menunjukkan kepada Pak Jayabaya, dalam perubahan saya sebagai pengurus Kadin Jabar. Tugas pertama saya sekarang adalah mengembalikan persatuan dan kerukunan di Jawa Barat. Kedua, menegakkan aturan organisasi dan ketiga, memperkuat keberadaan Kadin Indonesia yang dipimpin Anindya Bakri di Jawabarat. Kebetulan, kota Bogor adalah pengasuh kami dan mungkin juga beberapa daerah lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kronologi Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor, Dua Orang Luka-Luka

Sementara itu, Ketua Caretaker KADIN Kota Bogor Nizar Sungkar menuturkan, tentang keberadaan Kadin Jawa Barat tanggal 15 Oktober 2024 tahapan tidak mengindahkan apa yang menjadi mekanisme dalam berorganisasi. Penanggungjawab nya pun tidak jelas.

“Kami Kadin yang ke Anindya Bakrie, yang sudah terpilih dalam Rapimnas kemarin, bahwa ada tokoh nasional dan menteri hadir tidak ada keraguan bahwa Anindya Bakrie yang pimpinan Kadinnya. Saya sebagai Caretaker KADIN Kota Bogor berharap menghasilkan kepengurusan yang solid dan lebih baik dari sebelumnya. Tentunya sebagai barometer gerakan ekonomi di Kota Bogor,” ungkap Nizar.

Nizar menjelaskan, Kadin Indonesia ada dua yang bersikukuh. Sebagai ketua umum Kadin Indonesia ada bapak Anindya Bakrie, tapi dinamika tidak selesai dama munaslub itu saja tapi rangkaian sampai ke daerah. Mulai Provinsi Jawa Barat sampai ke Kota Bogor.

“Kami teman-teman Jawa Barat tidak menghendaki melahirkan kepemimpinan yang tidak sesuai AD/ART organisasi. Dengan itu kami meminta Kadin Indonesia mengeluarkan surat Caretaker KADIN Jawa Barat dan itu terjadi di Kota Bogor dan ada yang Kadin Kota Bogor yang menganggap ketuanya Arsyad Rasyid. Rapimnas Kadin Indonesia saat itu dihadiri 2.630 orang yang hadir, tokoh nasional dan menteri hadir,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua SC Mukota VIII KADIN Kota Bogor, Yus Ruswandi memaparkan, yang pertama bahwa Kepres yang digaungkan bahwa ketua umum Anindia Bakery itu Kepresnya belum ada, pihaknya akan mengklarifikasi bahwa Kepres 18 tahun 2022 itu adalah mengatur tentang kebutuhan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

BACA JUGA :  Lewat Program "Kami Mendengar", Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Pimpin Upacara di SMPN 2 Caringin

“Tidak ada disitu terkait dengan kepengurusan karena kepengurusan sendiri hasil keputusan Munas. Munas itu ada tiga, satu Munas biasa, Munaslub dan Munasus. Munasus adalah, apa bila ada permintaan dari anggota kami untuk merubah anggaran rumah tangga, itu tidak ada di kepres kedua dalam kepengurusan. Kepengurusan sudah titik hasil munaslub karena ada permintaan dari anggota kadin provinsi SeIndonesia untuk melaksanakan munaslub menggantikan pak Arsyad,” paparnya.

Yus menegaskan, jadi Muskota Bogor sekarang ini berdasarkan aturan, aturan dari AD/ART yang di tempat di kepres 18 tahun 2022. Yang kedua, di undang undang 187 jelas di katakan bahwa Kadin Indonesia hanya satu, Kadin provinsi hanya satu dan Kadin Kota – Kabupaten hanya satu, melalui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga itu yang harus digaris bawahi.

“Dari pembuka pendaftaran tanggal 4 Januari sampai 8 Januari 2025 ada tiga pendaftar yang ingin ikut pemilihan ketua KADIN Kota Bogor, satu H. Najamudin, Rizky Argoebie dan Dona Maryati Hasanah. Tinggal dalam sidang pleno memverifikasi tiga-tiganya memenuhi syarat atau tidak,” tegasnya.

Ketua OC Mukota VIII KADIN Kota Bogor Anton Rivaldi mengatakan, dalam Mukota VIII Kadin Kota Bogor kali ini terpilih Ketua Kadin Kota Bogor Maryati Dona Hasanah.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan kedepan Kadin Kota Bogor semakin solid serta semakin kuat sebagai barometer gerakan ekonomi di Kota Bogor,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================