
BOGORTODAY.COM – Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) tidak akan lagi mentolerir alasan-alasan dari para pemain bintangnya karena mereka tidak hanya mendatangkan pelatih-pelatih ternama, namun juga setuju untuk menawarkan gaji dan tunjangan yang besar kepada mereka.
Penjabat presiden Datuk V. Subramaniam mengatakan bahwa BAM telah berinvestasi besar-besaran pada para pemainnya untuk membantu Malaysia meraih kesuksesan di panggung internasional.
Jika para pemain tidak mencapai hasil terbaik di turnamen yang akan datang, BAM tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas.
Sebelumnya, BAM telah menunjuk Kenneth Jonassen untuk menangani tunggal putra dan menambahkan Nova Widianto dan Rosman Razak untuk ganda campuran dan ganda putri.
Susunan kepelatihan kemudian diumumkan kemarin dengan penunjukan pelatih kepala Indonesia, Herry Iman Pierngadi, sebagai pelatih ganda putra.
Di Malaysia Open tahun ini, sejumlah pemain kunci tim nasional tersingkir lebih awal.
Ganda putra Aaron Chia-Soh Wooi Yik tumbang di tangan ganda Taiwan Lee Fang-chih-Lee Fang-jen di babak kedua, sedangkan ganda putri Pearly Tan-M. Thinaah tumbang di babak pertama oleh pasangan baru Indonesia Siti Fadia Ramadhanti / Lanny Tria Mayasari.
“Setiap pengeluaran yang kami keluarkan merupakan investasi bagi para pemain, termasuk mendatangkan pelatih papan atas dengan gaji besar. Kami juga membayar gaji yang besar kepada para pemain,” kata Subramaniam.
“Tentu ini investasi yang tidak boleh disia-siakan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, sekarang giliran pemain yang harus memberikan yang terbaik.”
“Kami tidak mau mendengar alasan lagi. Tindakan tegas akan diambil jika pemain terus gagal memberikan hasil yang kami harapkan. Bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk negara.”
“Pelatih perlu menilai apakah para pemain tampil baik atau tidak. Kami akan mempertimbangkan saran pelatih tentang tindakan yang perlu diambil,” kata Subramaniam.
Pada saat yang sama, Subramaniam mengingatkan para pemain nasional untuk tidak berpuas diri. Karena ia menyadari bahwa beberapa dari mereka menyandera badan nasional dengan berasumsi bahwa badan pengurus tidak dapat memperoleh sponsor tanpa kehadiran mereka.
“Ada pemain yang beranggapan kalau mereka tidak ada, BAM tidak akan bisa mendapatkan sponsor. Kami juga punya rencana lain, termasuk memperkuat program pembangunan kami. Jadi, mereka tidak bisa menahan kami,” katanya.
“Mereka perlu meraih hasil terbaik, bukan untuk kita, tetapi untuk negara. Jika jelas mereka tidak mampu, mereka mungkin perlu pensiun,” imbuhnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















