Dinkes Kabupaten Bogor Pastikan Wilayah Bebas HMPV, Imbau Warga Tetap Waspada

Virus HMPV
Ilustrasi Virus (PXBY)

BOGORTODAY.COMKabupaten Bogor, dengan jumlah penduduk yang padat dan wilayah yang luas, menjadi wilayah strategis dalam pencegahan penyebaran penyakit menular.

Di tengah merebaknya kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di Jawa Barat, masyarakat Kabupaten Bogor patut bersyukur karena hingga saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus tersebut di wilayahnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa empat kasus HMPV telah terdeteksi di beberapa wilayah di Jawa Barat. Namun, hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor belum menerima laporan adanya dugaan kasus HMPV.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari, menyatakan bahwa belum ada laporan atau hasil pemeriksaan lanjutan yang mengonfirmasi kasus positif HMPV di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Tanda Kolagen Menurun pada Kulit dan Faktor yang Mempercepat Penuaan Wajah

“Kami belum menerima pelaporan terkait suspect HMPV dan belum ada kasus yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Bogor,” ujar Luki, Rabu (15/1/2025).

Meski belum ditemukan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tetap mengambil langkah antisipatif.

Luki menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran HMPV.

Salah satu langkah yang dianjurkan adalah penggunaan masker di transportasi umum seperti KRL, sejalan dengan kebijakan pencegahan penyakit menular.

“Apabila ada rekomendasi pemeriksaan dari dokter penanggung jawab, kami siap untuk menindaklanjutinya,” tambah Luki.

Menurut Luki, kelompok usia paling rentan terhadap infeksi HMPV adalah bayi berusia 0-1 tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Saat ini, belum tersedia vaksin khusus untuk HMPV, meskipun vaksin influenza yang tersedia untuk dewasa dapat menjadi salah satu alternatif pencegahan.

“Vaksin influenza sebenarnya bisa digunakan sebagai langkah pencegahan, tetapi vaksin tersebut belum diperuntukkan bagi anak-anak,” jelasnya.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Luki mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak panik.

Ia menegaskan bahwa HMPV umumnya menyebabkan gejala mirip flu biasa dengan risiko kematian yang sangat rendah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

“Masyarakat sebaiknya rutin mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan jika merasa tidak enak badan, sebaiknya mengurangi aktivitas dan segera berobat,” tuntasnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================