
“Satu ruang kelas itu butuh anggaran Rp 200 juta, jadi kalau 100 ruang kelas butuh sekitar Rp 20 miliar. Dari DAU saja belum tentu cukup, tapi kalau dibantu dari Kementerian PUPR kemungkinan bisa tuntas seluruhnya di tahun ini,” kata Ruhli.
Lebih lanjut, Ruhli berharap adanya bantuan dari Kementerian PUPR, mengingat kondisi tersebut merupakan akibat dari bencana alam.
Sebelumnya, pada 2022, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR juga memberikan bantuan untuk penanganan bencana pasca-gempa di Cugenang, Cianjur.
“Dengan bantuan ini, diharapkan perbaikan sekolah dapat segera diselesaikan dan anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman,” harapnya.
Rencana ini tentunya akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur, mengingat banyaknya sekolah yang terdampak bencana.
Pemkab Cianjur dan masyarakat setempat berharap bantuan ini segera terealisasi, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan normal.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















