
Pembebasan Sandera dan Tahanan
Pada hari pertama gencatan senjata, Hamas diperkirakan akan membebaskan 33 sandera yang termasuk warga asing. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 737 tahanan Palestina dan 1.167 warga Gaza yang sebelumnya ditahan selama serangan di wilayah tersebut.
Namun, ada perbedaan data terkait jumlah tahanan yang akan dibebaskan. Kantor Media Tahanan yang berbasis di Gaza mengungkapkan bahwa Israel akan membebaskan 1.737 tahanan, termasuk 120 wanita dan anak-anak, serta hampir 300 warga Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup.
Kekhawatiran dan Ketegangan Menjelang Gencatan Senjata
Meski gencatan senjata sudah disepakati, ketegangan masih tinggi menjelang dimulainya perjanjian ini. Pada Sabtu (18/1), Netanyahu memperingatkan bahwa Israel bisa saja tidak melanjutkan perjanjian jika mereka tidak segera menerima daftar nama sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas.
Menurut Netanyahu, daftar nama tersebut seharusnya sudah diterima pada Sabtu pukul 16.00 waktu setempat, namun hingga saat pernyataannya dibuat, Hamas belum menyerahkan daftar tersebut.
“Kami tidak akan dapat melanjutkan kerangka perjanjian sampai kami menerima daftar sandera yang akan dibebaskan, sebagaimana telah disepakati,” kata Netanyahu, menekankan bahwa Israel tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.
Gencatan senjata ini memberi harapan bagi banyak pihak, namun tantangan besar masih ada dalam implementasi kesepakatan tersebut, terutama terkait dengan keberlanjutan gencatan senjata dan komitmen kedua belah pihak untuk menghormati perjanjian yang telah dibuat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















