Gunung Es Terbesar di Dunia Bergerak, Berisiko Mengancam Satwa Liar di Pulau Georgia Selatan

Gunung Es Terbesar di Dunia Bergerak, Berisiko Mengancam Satwa Liar di Pulau Georgia Selatan

BOGORTODAY.COM Sebuah gunung es raksasa yang dikenal dengan nama A23a, yang diperkirakan berukuran dua kali lipat lebih besar dari Kota London, telah mulai bergerak dari Antartika.

Pergerakan gunung es ini menimbulkan kekhawatiran besar karena bisa bertabrakan dengan Pulau Georgia Selatan, sebuah tempat yang sangat penting bagi kehidupan satwa liar, seperti penguin dan anjing laut.

Pergerakan yang Mengerikan

Menurut Andrew Meijers, seorang ahli kelautan fisik dari British Antarctic Survey, meskipun sulit untuk memprediksi arah pasti pergerakan gunung es, arus laut menunjukkan bahwa gunung es ini kemungkinan besar akan mencapai landas kontinen dangkal di sekitar Georgia Selatan dalam dua hingga empat minggu ke depan.

Meijers menjelaskan bahwa meskipun ini hanya dugaan, kemungkinan besar gunung es besar ini akan menghalangi rute yang digunakan oleh satwa liar di pulau tersebut.

Pulau Georgia Selatan adalah rumah bagi populasi penguin dan anjing laut yang berkembang biak di sana, dan gunung es ini bisa sangat mengganggu kegiatan mereka mencari makan dan merawat anak-anak mereka.

Ancaman Terhadap Satwa Liar

BACA JUGA :  Panduan Membuat Sumur Air di Rumah: Mulai dari Pemilihan Lokasi hingga Perawatan

Gunung es ini bukanlah hal baru bagi wilayah tersebut. Pada masa lalu, gunung es serupa pernah mengapung menuju Georgia Selatan dan menyebabkan banyak anak penguin serta anjing laut yang mati.

Jika gunung es ini berhenti di sekitar pulau, satwa liar mungkin akan kesulitan menemukan makanan, atau mereka harus mengelilingi gunung es tersebut, yang tentu akan menghabiskan energi ekstra mereka.

“Ini bisa menyebabkan peningkatan angka kematian pada anak-anak penguin dan anjing laut, karena mereka akan terbebani oleh perjalanan lebih jauh dan lebih lama untuk mendapatkan makanan,” tambah Meijers.

Ukuran dan Sejarah Gunung Es A23a

Gunung es A23a memiliki luas sekitar 3.500 km persegi dan merupakan salah satu yang terbesar dan tertua di dunia.

Terbentuk dari lapisan Antartika pada tahun 1986, gunung es ini terjebak selama lebih dari 30 tahun di perairan sekitar Antartika sebelum akhirnya terbebas pada tahun 2020.

Perjalanannya menuju utara berlangsung sangat lambat, dan terkadang terhambat oleh kekuatan laut yang membuatnya tetap berputar di tempatnya.

Meijers, yang memimpin misi ilmiah di akhir 2023, menggambarkan gunung es ini sebagai “tebing putih besar, setinggi 40 atau 50 meter, membentang dari cakrawala ke cakrawala.” Gambaran ini bahkan mengingatkan pada pemandangan yang ada di serial Game of Thrones.

Dampak Lingkungan yang Mengerikan

BACA JUGA :  NASA Umumkan Kru Artemis III, Langkah Baru Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan

Dengan musim panas yang sedang berlangsung di Georgia Selatan, satwa liar seperti penguin dan anjing laut yang tinggal di sepanjang pantai selatan sangat bergantung pada perjalanan mereka untuk mencari makan.

Jika gunung es A23a berhenti di dekat pulau, mereka akan dipaksa untuk mengitari rintangan besar ini, yang tidak hanya menghabiskan energi mereka, tetapi juga meningkatkan risiko kelaparan dan kematian pada keturunan mereka.

Pergerakan gunung es terbesar ini semakin memperlihatkan bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi ekosistem dan kehidupan liar di berbagai belahan dunia.

Pemerhati lingkungan serta ahli biologi kelautan akan terus memantau pergerakan gunung es ini untuk mencari solusi dalam mengurangi dampaknya pada satwa liar yang ada di Georgia Selatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================