BOGORTODAY.COM – Program eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat memasuki babak baru setelah NASA resmi memperkenalkan awak yang akan bertugas dalam misi Artemis III. Pengumuman tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan manusia ke Bulan sekaligus mempersiapkan perjalanan antariksa yang lebih ambisius di masa depan.
Misi Artemis III merupakan bagian dari program Artemis yang dirancang untuk melanjutkan warisan era Apollo. Melalui rangkaian misi ini, NASA ingin membangun fondasi bagi kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan sebelum akhirnya mengirim astronaut menuju Mars.
Empat Astronaut Terpilih untuk Artemis III
NASA menunjuk empat astronaut dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam untuk menjalankan misi tersebut.
Komandan misi dipercayakan kepada Randy Bresnik. Ia dikenal sebagai salah satu astronaut paling berpengalaman di tim, dengan rekam jejak penerbangan menggunakan pesawat ulang-alik serta pengalaman memimpin misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Posisi pilot diisi oleh Luca Parmitano dari European Space Agency. Kehadirannya menjadikan Artemis III sebagai misi internasional yang melibatkan kerja sama lintas negara. Parmitano sebelumnya pernah menjabat sebagai komandan ISS dan menjadi astronaut Italia pertama yang memegang posisi tersebut.
Sementara itu, dua kursi mission specialist ditempati oleh Frank Rubio serta Andre Douglas.
Rubio dikenal karena mencatat rekor penerbangan tunggal terlama yang pernah dilakukan astronaut Amerika Serikat di ISS. Di sisi lain, Douglas akan menjalani perjalanan luar angkasa pertamanya setelah sebelumnya menjadi anggota kru cadangan dalam program Artemis.
Sebagai langkah antisipasi, NASA juga menyiapkan Bob Heintz sebagai anggota kru cadangan yang siap menggantikan siapa pun jika diperlukan.
Fokus pada Pengujian Teknologi dan Prosedur Kritis
Berbeda dari ekspektasi publik yang membayangkan pendaratan langsung di Bulan, Artemis III akan lebih berfokus pada serangkaian pengujian teknologi penting di orbit Bumi.
Misi yang diperkirakan berlangsung selama sekitar dua minggu tersebut akan digunakan untuk menguji berbagai prosedur yang nantinya diperlukan dalam misi pendaratan manusia. Salah satu fokus utama adalah latihan rendezvous dan docking, yaitu proses mempertemukan dan menyambungkan dua wahana antariksa di luar angkasa.
Data yang diperoleh selama penerbangan akan menjadi dasar penyempurnaan sistem dan pengurangan risiko pada misi-misi berikutnya yang bertujuan membawa manusia kembali menginjak permukaan Bulan.
Kolaborasi NASA dengan Industri Antariksa Swasta
Program Artemis menjadi salah satu contoh terbesar kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perusahaan swasta dalam eksplorasi luar angkasa modern.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















