Dua Pelajar Tenggelam di Sungai Mangga 3, Makassar: 1 Tewas, 1 Selamat

Dua Pelajar Tenggelam di Sungai Mangga 3, Makassar: 1 Tewas, 1 Selamat

BOGORTODAY.COM – Dua pelajar asal BTN Sakina Mangga 3, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, menjadi korban kecelakaan di Sungai Mangga 3 pada Senin (27/1/2025).

Kejadian tragis ini mengakibatkan satu pelajar tewas, sementara satu lainnya berhasil selamat setelah terbawa arus sungai yang deras.

Kedua korban yang berusia 17 tahun diketahui bernama Rafli Syah dan Furqan. Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat kedua remaja ini berenang di sungai.

Namun, tak lama setelah mereka terjun, arus yang sangat deras membuat mereka terbawa dan tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, membenarkan kejadian tersebut.

“Ada dua korban tenggelam dan semuanya sudah berhasil ditemukan. Dari dua korban, satu selamat dan satu ditemukan sudah meninggal,” ungkap Arif.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Dari hasil pencarian, korban yang selamat adalah Furqan, sementara Rafli Syah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Tim SAR gabungan yang diterjunkan untuk pencarian segera melakukan evakuasi terhadap korban yang telah meninggal dan membawa jenazahnya ke rumah duka.

“Furqan berhasil menyelamatkan diri dan Rafli tenggelam. Rafli sudah ditemukan dan dievakuasi,” kata Arif menambahkan.

Pencarian korban yang dilakukan oleh tim SAR gabungan berlangsung cukup lama. Dengan kondisi sungai yang dipenuhi rawa-rawa, proses penyisiran sungai membutuhkan ketelitian.

Namun, akhirnya korban Rafli berhasil ditemukan, meskipun sayangnya sudah tidak bernyawa lagi.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat warga dan petugas SAR menyisir sungai dengan perlengkapan lengkap.

BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Beberapa saat setelah pencarian dilakukan, korban ditemukan dan segera dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR pun resmi ditutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berada di dekat sungai, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa berenang di arus yang kuat.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas berisiko di aliran sungai yang tidak terjaga.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================