
“Sejak saya pertama kali bertugas di BPBD, sudah ada sejarah tanah bergerak di daerah ini, tapi keretakan kali ini sangat membahayakan. Setiap hari kami menerima laporan perkembangan keretakan, sehingga kami memutuskan untuk mengungsikan warga ke sekolah,” ujarnya di lokasi kejadian pada Kamis (30/1/2025).
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Warga yang merasakan tanah bergerak segera mengosongkan rumah mereka.
“Masyarakat sudah takut, jadi lebih baik kami mengungsikan mereka,” tambah Sugeng.
Bencana tanah bergerak di kawasan ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kejadian serupa sudah terjadi dua kali, dengan kejadian paling parah terjadi pada Rabu (29/1/2025) yang memaksa warga mengungsi.
BPBD Kabupaten Pasuruan telah memberikan bantuan berupa makanan siap saji dan perlengkapan tidur untuk para pengungsi.
Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang keretakan tanah di kawasan tersebut. Warga yang mengungsi diimbau untuk tetap tinggal di tempat aman hingga kondisi dinyatakan kembali aman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















