Menteri LH: Pendangkalan Danau Lido Ancaman bagi Pasokan Air Jabodetabek

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau KEK MNC Danau Lido, Sabtu (1/2/2025). (Foto: Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau kondisi Kawasan Ekonomi Khusus MNC Danau Lido Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/2/2025).

Peninjauan ini dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat mengenai pendangkalan di Danau Lido, dan juga dimaksudkan untuk memantau dan menilai fenomena pembangunan di negara ini secara lebih detail.

Menurut Hanif, Danau Lido merupakan danau buatan peninggalan Belanda yang kini memiliki fungsi vital bagi ekosistem. Oleh karena itu, penting untuk mengembalikan fungsi danau semacam ini, terutama di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane.

BACA JUGA :  Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

“Air di Jabodetabek sudah dalam kondisi krusial akibat eksploitasi masif air tanah. Maka dari itu, menambah tandon atau reservoir menjadi keharusan,” jelas Hanif.

Ia mengatakan, bahwa dari hasil pendataan Kementerian PUPR, luas Danau Lido seharusnya mencapai 35 hektare. Namun, saat ini hanya tersisa sekitar 11 hektare akibat sedimentasi dan aktivitas pembangunan di sekitarnya.

BACA JUGA :  Kebiasaan Penumpang yang Kerap Membuat Pramugari Kesal, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

“Jelas, ini harus dikembalikan. Badan air yang tertimbun akibat berbagai aktivitas harus direstorasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, bahwa tim Pengawas Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan pengawasan mendetail terhadap kondisi danau, termasuk aktivitas di sekitar kawasan ekonomi khusus (KEK) serta kegiatan masyarakat.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================