
“Ngantre ya, Dek? BPJS, ya? Ha-ha-ha, oh BPJS, masih honorer ya? Kebetulan saya kan (menunjuk logo PT Timah di baju) saya nggak ngantre, Dek, pasien prioritas, ha-ha-ha…,” yang kemudian memicu kemarahan banyak pihak.
Permintaan Maaf dari PT Timah
PT Timah sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait insiden tersebut. Melalui akun Instagram resmi perusahaan, PT Timah menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi nilai-nilai etika, harmoni, dan rasa saling menghormati.
“Perusahaan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, harmoni, dan saling menghormati. Perusahaan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas media sosial salah satu karyawan yang diduga menyebarkan informasi yang mendiskreditkan pihak tertentu,” tulis PT Timah.
Perusahaan juga menegaskan bahwa video yang dibuat oleh DCW tidak berhubungan dengan PT Timah dan tidak mewakili karakter serta budaya kerja perusahaan.
“Konten yang disampaikan oleh pemilik akun media sosial tersebut tidak berhubungan atau mewakili karakter dan budaya kerja perusahaan. Fasilitas dan layanan kesehatan yang diterima karyawan PT Timah Tbk sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan kelas kepesertaan masing-masing dan tidak ada perbedaan,” ungkap PT Timah dalam keterangan resminya.
Tindakan PT Timah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga citra dan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika, serta menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan berinteraksi secara profesional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















