Pupun Kehilangan Rumah dan Warung Pasca Pembongkaran di Pantai Istiqomah Citepus

Kini, Pupun dan keluarganya kehilangan tempat berteduh. Uang yang diterima hanya cukup untuk membongkar bangunan semi permanen yang selama ini mereka huni.

“Saya enggak punya rumah, tinggal dan jualan di sini. Kemarin dikasih uang Rp 3 juta buat pembongkaran. Tapi bingung, mau ke mana? Terpaksa tidur di sini. Enggak ada tenda, mau pindah enggak ada duit. Beli beras juga enggak bisa,” ungkapnya, dengan nada putus asa.

Tanpa dapur, tanpa listrik, tanpa api untuk memasak, yang tersisa hanya angin pantai yang dingin dan malam yang semakin gelap tanpa kepastian.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Ada puluhan warga lainnya yang bernasib serupa, meskipun mereka sedikit beruntung karena mendapatkan tenda dari pemerintah sebagai bentuk relokasi pasca pembongkaran.

Namun, bagi Pupun dan keluarganya, rasa kehilangan dan kebingungan menghadapi masa depan semakin mendalam.

Tanpa tempat tinggal dan dengan keterbatasan uang, mereka terpaksa harus bertahan di bawah tenda darurat, berharap ada keajaiban yang datang untuk mengubah nasib mereka.

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

Pembongkaran yang terjadi di Pantai Istiqomah menyisakan kisah pilu bagi para pemilik warung dan rumah yang terdampak, termasuk Pupun dan keluarganya.

Pemerintah diharapkan segera memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak agar mereka dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih layak dan aman.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================