
“Akhirnya HP-nya diambil lagi, dia langsung telepon temannya buat minta tolong. Dia takut dibunuh, apalagi pelaku udah manggil teman-temannya,” lanjut IT.
Setelah mengalami kejadian memilukan itu, S akhirnya ditinggalkan sendirian di rumah bibi pelaku. Pelaku sendiri kabur, meninggalkan korban dalam keadaan trauma dan kebingungan.
Menanti Keadilan yang Tak Kunjung Datang
Sejak kejadian itu, keluarga S tak tinggal diam. Mereka telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, hingga enam bulan berlalu, laporan itu seolah tak mendapat tindak lanjut.
“Istri saya sudah melapor sejak enam bulan lalu. Tapi sampai sekarang, nggak ada kabar dari kepolisian. Berarti laporan kami nggak diproses, ya?” bebernya .
Harapan mereka kini hanya satu, agar kasus ini segera mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian. S, yang telah mengalami trauma mendalam, berhak mendapatkan keadilan atas apa yang telah menimpanya.
Perjalanan mencari keadilan masih panjang. Namun, keluarga S tak akan berhenti berjuang hingga hukum benar-benar ditegakkan bagi putri mereka.
Dikonfirmasi bogortoday.com, Kasi Humas Polres Bogor, Iptu Desi Triana, menyatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Saya cek dulu ke PPA,” singkatnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















