
Menurut Martina, tiupan angin kencang dan gelombang tinggi menjadi faktor utama yang menyebabkan air dari dasar kolam naik ke permukaan, sehingga ikan kesulitan bernapas.
Kejadian serupa juga terjadi di hampir seluruh kolam jaring apung di blok tersebut, membuat para penambak ikan merasa sangat dirugikan oleh peristiwa ini.
Musibah kematian massal ikan ini menambah derita para penambak yang sudah berjuang keras untuk mengelola usaha mereka.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi peringatan tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan cuaca yang mempengaruhi kualitas air dalam budidaya ikan di perairan terbuka seperti Waduk Jatiluhur.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















