
Selain itu, Kementerian Sosial juga menargetkan penurunan angka kemiskinan di bawah lima persen pada tahun 2029. Saifullah menegaskan bahwa upaya tersebut memerlukan data yang akurat dan pendekatan yang tepat agar lebih terintegrasi.
“Presiden telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menurunkan kemiskinan secara signifikan. Namun, selama ini data yang tidak akurat, pendekatan yang kurang tepat, serta kurangnya integrasi menjadi hambatan,” ungkapnya.
Saifullah juga meminta semua pihak yang terlibat untuk menghilangkan ego sektoral agar target penurunan kemiskinan dapat tercapai sesuai dengan yang telah ditentukan.
“Kita harus bekerja dengan pola baru. Ego sektoral harus dihilangkan. Kebersamaan antara pemerintah pusat dan daerah harus lebih terpadu,” tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















