
Pada pneumonia derajat berat, infeksi dapat menyebabkan gangguan pada pertukaran oksigen di alveoli paru-paru. Hal ini mengganggu proses penyerapan oksigen ke dalam darah dan menghambat pengeluaran karbon dioksida. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal pernapasan yang berpotensi berakibat fatal.
Lebih lanjut, pneumonia yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi sepsis, sebuah kondisi berbahaya yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan meningkatkan risiko kematian.
Gejala Berat yang Perlu Diwaspadai
Meski tidak semua orang yang terinfeksi virus influenza akan mengalami pneumonia, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai, terutama pada kasus dengan kondisi berat. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai menurut dr. Agus meliputi:
- Sesak napas
- Demam yang tidak kunjung turun
- Penurunan kesadaran
- Dahak kental dan sulit bernapas, khususnya pada anak-anak yang juga dapat menunjukkan tanda retraksi otot napas dan napas menggunakan cuping hidung
- Tanda-tanda gagal jantung seperti napas berat dan kulit biru (sianosis)
- Tanda-tanda gagal ginjal seperti sulit buang air kecil, perubahan warna urine, dan sesak napas
- Tanda-tanda syok sepsis, seperti tekanan darah rendah dan kulit biru
- Tanda-tanda infeksi pada kepala (misalnya meningitis atau ensefalitis), seperti kesulitan bicara, kelemahan, kesulitan berjalan, dan penurunan kesadaran.
Pentingnya Kewaspadaan dan Penanganan Cepat
Peningkatan kasus pneumonia yang tajam ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan, terutama pada kelompok rentan dan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan, seperti gagal pernapasan dan sepsis, penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan. Pemeriksaan medis yang segera serta perawatan intensif dapat sangat membantu untuk mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat.
Dengan lonjakan kasus pneumonia yang signifikan pada 2024, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala yang muncul, dan segera mencari perawatan medis jika merasakan gejala yang mengarah pada kondisi pneumonia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















