99 Makam Warga Kelurahan Krajan Madiun Dipindahkan Setelah Terhanyut Banjir dan Longsor

BOGORTODAY.COM – Sebanyak 99 makam warga Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun terpaksa dipindahkan setelah 18 jenazah dari makam tersebut hanyut diterjang banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Proses relokasi makam dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu dan Minggu (8-9 Februari 2025), dan dilanjutkan dengan pemasangan batu nisan pada Senin (10/2/2025).

Kepala Kelurahan Krajan, Fuhham Rosihul Ilmi, mengungkapkan bahwa pemindahan makam dilakukan sebagai tindak lanjut dari bencana alam yang terjadi pada 29 Januari 2025.

“Alhamdulillah, relokasi makam sudah selesai. Pemindahan ini dilakukan karena ada 18 jenazah yang hanyut diterjang banjir dan longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh detikJatim, Senin (10/2/2025).

Relokasi Makam ke Lokasi Baru

Makam yang semula terletak di belakang Koramil Mejayan, kini dipindahkan ke lokasi baru di selatan Stasiun Caruban, sekitar 2 kilometer dari tempat semula. Proses pemindahan makam ini merupakan gagasan dari Pemkab Madiun melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Madiun.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fuhham Rosihul Ilmi juga menambahkan bahwa pemasangan batu nisan dilakukan pada hari Senin (10/2/2025) untuk menandai makam yang telah dipindahkan. “Hari ini pemasangan batu nisan,” katanya.

Banjir dan Longsor Hanyutkan Jenazah

Peristiwa ini berawal dari banjir dan tanah longsor yang terjadi di Madiun pada malam hari, Selasa (29/1/2025). Banjir yang dipicu oleh hujan deras mengakibatkan makam yang terletak di pinggir sungai tergerus dan longsor, sehingga menyebabkan 18 jenazah di makam tersebut hanyut terbawa arus.

Kepala Desa Mejayan, Gunawan, juga mengonfirmasi bahwa longsor tersebut menyebabkan sejumlah makam tergerus dan jenazahnya terbawa. “Betul, itu makam di Desa Mejayan longsor, dan ada 18 jenazah dalam makam yang hanyut,” ujar Gunawan, saat dikonfirmasi oleh detikJatim pada Rabu (29/1/2025).

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Langkah Pemkab Madiun dan Harapan ke Depan

Proses pemindahan makam ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memastikan keselamatan bagi makam-makam lainnya di daerah yang rentan terhadap bencana alam.

Pemkab Madiun melalui dinas terkait juga berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih terhadap penataan pemakaman di daerah rawan bencana.

Dengan selesai dilakukannya relokasi dan pemasangan batu nisan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan keluarga yang terdampak dapat menerima dengan lapang dada perubahan tempat peristirahatan terakhir para kerabat mereka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================