Proyek Bangunan Tebing Bengawan Solo di Bojonegoro Ambrol, Kerugian Ratusan Meter

Menurut warga, kejadian ini diperkirakan terjadi pada Januari 2025, yang menunjukkan bahwa kerusakan terjadi kurang dari sebulan setelah proyek selesai.

Yudi, seorang warga Lebaksari, menambahkan, “Mungkin kurangnya pengawasan saat pengerjaan proyek yang menyebabkan kerusakan ini. Sayang sekali, anggaran yang besar tapi tidak sesuai dengan harapan warga di sini. Kami baru tahu kejadian ini sudah terjadi bulan kemarin.”

Menurut data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Lebaksari dan Tanggungan memiliki panjang total 980 meter dengan nilai pagu sekitar Rp 40 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh perusahaan Indopenta Bumi Permai yang berbasis di Surabaya, dengan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 39,6 miliar.

BACA JUGA :  Jaro Ade Ajak Warga Megamendung Hijaukan Pekarangan Lewat Tanam Durian Unggul

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, mengonfirmasi masalah ini melalui pesan singkat. “Sabar dulu, segera kami lakukan klarifikasi dengan pihak terkait, sesuai prosedur dan kontrak yang ada,” tulisnya.

BACA JUGA :  China Perketat Standar Keamanan Mobil Listrik, Regulasi Baru Berlaku Mulai Juli 2026

Kerusakan proyek ini memicu pertanyaan mengenai pengawasan dan kualitas pengerjaan yang seharusnya memenuhi standar. Proses klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dari ambrolnya bangunan penahan tebing ini, dan bagaimana langkah perbaikan akan dilakukan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================