
“Api diduga berasal dari korsleting listrik. Kami belum bisa mendalami detailnya lebih lanjut. Namun, yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambah Purwanto.
Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, juga memberikan informasi bahwa kebakaran tersebut terjadi di tempat produksi kapas dan mesin yang digunakan untuk produksi.
Meski sempat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), upaya tersebut tidak berhasil, sehingga karyawan akhirnya menghubungi pemadam kebakaran.
“Yang terbakar adalah kapas dan mesin produksi. Kerugian materi untuk mesin diperkirakan mencapai Rp 700 juta, dan jika ditambah dengan kerugian bangunan, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Bangunan yang terbakar merupakan milik provinsi yang disewakan untuk tempat produksi,” kata Tugiyo.
Kebakaran ini menyisakan kerugian besar, baik dari segi material maupun operasional. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















