Tempat Produksi Kapas di Desa Pabelan Sukoharjo Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 1 Miliar

BOGORTODAY.COM – Kebakaran hebat terjadi di tempat produksi kapas yang terletak di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kebakaran ini melalap seluruh bangunan produksi seluas sekitar 200 meter persegi, yang digunakan untuk memproduksi kapas dan kain perca. Api diduga berasal dari salah satu mesin produksi yang sedang digunakan oleh karyawan.

Danregu Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Purwanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika karyawan yang sedang bekerja di tempat produksi melihat percikan api yang muncul dari bawah mesin produksi kain perca.

“Karyawan sedang melakukan produksi, tiba-tiba muncul api dari bawah mesin produksi kain perca. Karena angin bertiup kencang, api membesar dan tidak bisa dikendalikan, lalu menghubungi Damkar Solo Raya,” ujarnya kepada media.

BACA JUGA :  Pengendara Motor Tewas Usai Serempet Mobil di Jalan Raya Parung

Begitu api semakin membesar dan tidak dapat dikendalikan, pihak pengelola segera menghubungi pemadam kebakaran. Sebanyak enam mobil pemadam kebakaran dari Sukoharjo, Solo, Karanganyar, dan Boyolali dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit, namun hingga kini, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam.

“Api diduga berasal dari korsleting listrik. Kami belum bisa mendalami detailnya lebih lanjut. Namun, yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambah Purwanto.

Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, juga memberikan informasi bahwa kebakaran tersebut terjadi di tempat produksi kapas dan mesin yang digunakan untuk produksi.

Meski sempat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), upaya tersebut tidak berhasil, sehingga karyawan akhirnya menghubungi pemadam kebakaran.

BACA JUGA :  Pemilik Anjing Pemangsa Bocah di Jasinga Jadi Tersangka

“Yang terbakar adalah kapas dan mesin produksi. Kerugian materi untuk mesin diperkirakan mencapai Rp 700 juta, dan jika ditambah dengan kerugian bangunan, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Bangunan yang terbakar merupakan milik provinsi yang disewakan untuk tempat produksi,” kata Tugiyo.

Kebakaran ini menyisakan kerugian besar, baik dari segi material maupun operasional. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================