
Dana hasil penghematan ini akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek strategis yang dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju. Salah satunya adalah investasi dalam industri hilir nikel, bauksit, tembaga, serta mineral penting lainnya.
Selain itu, anggaran yang dihemat juga akan digunakan untuk pengembangan industri petrokimia dan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang besar.
Tidak hanya itu, penghematan hingga Rp 300 triliun lebih ini juga akan diarahkan untuk mengembangkan ketahanan pangan, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir makanan terkemuka di dunia.
“Kita juga sedang mengubah dana yang dihemat ini menjadi proyek yang mengembangkan ketahanan pangan, dengan tujuan menjadikan Indonesia sebuah negara eksportir makanan dalam beberapa tahun. Inisiatif ini mencakup peningkatan produksi protein, mendukung ekokultur, dan mengembangkan proyek energi bersih dan berkembang,” papar Prabowo.
Langkah efisiensi besar-besaran ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global dan mempercepat transformasi menuju negara maju dalam beberapa tahun mendatang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















