Wamendagri Bima Arya Nilai Biaya Retreat Kepala Daerah “Sangat Wajar”

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto.

BOGORTODAY.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengklaim bahwa biaya yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Retreat Kepala Daerah masih dalam batas kewajaran. Menurut Wamendagri, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kepala daerah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jika ada yang mempertanyakan biayanya, itu sangat wajar. Retret ini demi menjaga keamanan pengelolaan Rp3.600 triliun APBN dan Rp1.300 triliun APBD. Mengawal ribuan triliun dana publik adalah tanggung jawab besar,” ujar Bima saat dikutip dari Kaltimtoday, Senin (17/2/2025).

 

 

Bima menekankan bahwa tata kelola anggaran merupakan aspek krusial dalam pemerintahan. Oleh karena itu, retret ini akan menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian RI (Polri), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

“Kita akan membahas bagaimana mengelola APBN dan APBD secara efektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Bima mengenai salah satu fokus utama dalam retret kepala daerah.

Selain itu, retret juga akan mencakup pembahasan mengenai ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan. Tujuannya adalah membentuk kepala daerah yang berperan sebagai pemersatu dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Agenda lainnya adalah pemaparan tugas pokok kepala daerah, mengingat tidak semua kepala daerah terpilih memiliki latar belakang di bidang pemerintahan.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Retret kepala daerah ini akan diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025 dan diikuti oleh kepala daerah hasil Pilkada 2024. Sementara itu, wakil kepala daerah hanya akan menghadiri sesi penutupan pada 27-28 Februari.

Bima menekankan bahwa investasi dalam pembekalan kepala daerah ini sangat sepadan dengan manfaatnya.

“Para kepala daerah adalah garda terdepan dalam pemerintahan daerah. Mereka membutuhkan wawasan yang luas untuk menjalankan tugas dengan optimal,” tutupnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================